kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.419.000   -8.000   -0,56%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%
SEHAT /

Apa Itu Glukosa yang Bisa Sebabkan Diabetes atau Gula Darah Tinggi?


Rabu, 19 Juni 2024 / 16:51 WIB
Apa Itu Glukosa yang Bisa Sebabkan Diabetes atau Gula Darah Tinggi?
ILUSTRASI. Glukosa

Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Glukosa adalah salah satu dari jenis gula. Selain glukosa dikenal pula fruktosa yang biasanya berasal dari buah-buahan. Kemudian ada pula sukrosa, yakni jenis gula disakarida yang terbentuk dari fruktosa dan glukosa.

Glukosa adalah salah satu nutrisi yang paling penting dan diperlukan tubuh sebagai sumber energi. 

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, glukosa bisa saja jadi sumber penyakit. Seperti diabetes maupun penyakit terkait lainnya akibat komplikasi. 

Diabetes ditandai dengan meningkatnya glukosa hingga di atas nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. 

Baca Juga: Makanan dan Minuman Probiotik yang Bikin Usus Makin Sehat dan Imun Kuat

Apa itu glukosa?


Glukosa

Dikutip dari MedlinePlus, glukosa adalah sebutan lain dari gula darah, yakni gula utama yang ditemukan dalam aliran darah.

Sumber glukosa adalah dari makanan yang Anda makan, dan merupakan sumber energi utama tubuh. Darah membawa glukosa ke semua sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.

Diabetes adalah penyakit di mana kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Seiring waktu, terlalu banyak glukosa dalam darah dapat menyebabkan masalah serius. 

Baca Juga: Sayuran yang Dilarang Saat Sakit Batuk, Kenali Cara Menyembuhkan Batuk dengan Alami

Bahkan jika Anda tidak menderita diabetes sekalipun, terkadang Anda mungkin memiliki masalah lainnya terkait glukosa, yaitu gula darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. 

Menjaga jadwal makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan minum obat yang dibutuhkan secara teratur dapat membantu tubuh mengontrol gula darah dalam tubuh.

Sementara jika Anda memang menderita diabetes, sangat penting untuk menjaga level gula darah. Anda juga perlu memeriksa kadar gula darah secara rutin.

Jika gula darah Anda terlalu tinggi, maka dokter biasanya akan menyarankan untuk minum obat atau mengikuti diet khusus.

Baca Juga: Cara Cek Gula Darah Tinggi Tanpa Alat, Kenali Ciri-Ciri Pradiabetes

Sumber glukosa

Dilansir dari Food Insight, glukosa adalah monosakarida yang paling umum ditemukan di alam. Pada tanaman, glukosa dihasilkan melalui fotosintesis. 

Beberapa tanaman menyimpan glukosa dalam rantai yang terhubung. Rantai ini disebut pati. Makanan yang mengandung pati termasuk jagung, kentang, beras dan gandum. 

Monosakarida glukosa (bukan sebagai bagian dari pati) juga ditemukan secara alami di beberapa makanan. Sumber makanan dengan konsentrasi glukosa sangat tinggi adalah madu, diikuti oleh buah-buahan kering seperti kurma, aprikot, kismis, plum dan buah ara.

Nah, yang jadi masalah, terkadang orang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang dibuat dari gula, sehingga meningkatkan risiko penyakit. Ini berbeda ketika orang memakan gula alami dari buah-buahan.

Baca Juga: Ini 10 Makanan Rendah Gula untuk Penderita Diabetes Agar Gula Darah Terkontrol

Beda glukosa sebagai gula alami dan tambahan

Gula yang kita konsumsi sering digambarkan sebagai gula alami atau gula tambahan, tergantung dari sumbernya. Glukosa dianggap sebagai gula alami bila dikonsumsi langsung dari makanan utuh seperti aprikot dan kurma. 

Glukosa dianggap sebagai gula tambahan saat dikonsumsi dari makanan dan minuman kemasan yang telah ditambahkan selama pembuatan, terutama gula pasir yang dibuat dari tanaman tebu. 

Masalah konsumsi glukosa adalah masalah dihampir semua negara. 

Baca Juga: Sayuran yang Dilarang Saat Sakit Batuk, Kenali Cara Menyembuhkan Batuk dengan Alami

Bagaimana glukosa dicerna?

Glukosa secara teknis tidak memerlukan pencernaan. Sebaliknya, glukosa diserap di usus kecil langsung ke aliran darah, di mana glukosa dapat digunakan untuk energi atau akhirnya disimpan sebagai glikogen di otot dan hati. 

Kita mengkonsumsi glukosa langsung dari makanan seperti madu. Serta mendapatkan glukosa dari makanan dan minuman yang mengandung laktosa, sukrosa dan pati. 

Saat kita makan makanan yang mengandung pati, air liur di mulut kita harus terlebih dahulu memecah pati menjadi maltosa (salah satu jenis glukosa). 

Maltosa kemudian dipecah lebih lanjut menjadi unit glukosa, membuatnya bisa lebih mudah untuk diserap oleh darah. 

Baca Juga: Bisa ke Ginjal dan Mata, Ini 5 Komplikasi Diabetes Melitus dan Cara Mencegahnya

Mirip dengan pencernaan maltosa, ketika kita mengonsumsi laktosa dan sukrosa, glukosa diserap setelah dipisahkan dari monosakarida pasangannya (galaktosa dalam laktosa dan fruktosa dalam sukrosa). 

Proses dalam pencernaan disakarida dan pati membuatnya lebih lama untuk menyerap glukosa, yang menghasilkan lebih sedikit kenaikan gula darah daripada mengonsumsi glukosa secara langsung.

Itu sebabnya, jarang orang menderita gula darah tinggi akibat mengonsumsi buah-buahan meski dalam jumlah banyak. Sebaliknya, gula darah bisa dengan cepat naik saat orang terlalu banyak makan makanan mengandung gula buatan. 

Baca Juga: Gula Darah Tinggi Bisa Normal Lagi, Ini Ragam Manfaat Kunyit untuk Kesehatan

Glukosa adalah penyebab diabetes?

Dikutip dari MayoClinic, gejala diabetes tipe 1 sering muncul secara tiba-tiba dan seringkali menjadi alasan untuk pemeriksaan kadar gula darah. 

Karena gejala diabetes tipe lain dan pradiabetes muncul secara bertahap atau mungkin tidak mudah didiagnosa.

American Diabetes Association (ADA) telah mengembangkan pedoman skrining. ADA merekomendasikan agar orang-orang yang masuk kategori berikut melakukan tes diabetes: 

Baca Juga: Gula Darah Tinggi Bisa Normal Lagi, Ini Ragam Manfaat Kunyit untuk Kesehatan

  • Siapa pun dengan indeks massa tubuh lebih tinggi dari 25 (23 untuk Asia-Amerika), tanpa memandang usia, yang memiliki faktor risiko tambahan. Faktor-faktor ini termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol non-tipikal, gaya hidup yang tidak aktif bergerak, riwayat sindrom ovarium polikistik atau penyakit jantung, dan memiliki kerabat dekat dengan diabetes.
  • Siapa pun yang lebih tua dari usia 35 disarankan untuk mendapatkan skrining gula darah awal. Jika hasilnya normal, mereka harus diskrining setiap tiga tahun setelahnya.
  • Wanita yang pernah menderita diabetes gestasional disarankan untuk melakukan skrining diabetes setiap tiga tahun.
  • Siapa pun yang telah didiagnosis menderita pradiabetes dan pengidap HIV disarankan untuk dites setiap tahun.

Jadi itulah informasi seputar glukosa. Pada dasarnya, glukosa adalah sumber nutrisi yang bermanfaat selama dalam batas yang aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

×