kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%
SEHAT /

Bikin Nagih! Ini Dampak Buruk Chili Oil Jika Dikonsumsi Berlebihan


Sabtu, 06 Juli 2024 / 13:15 WIB
Bikin Nagih! Ini Dampak Buruk Chili Oil Jika Dikonsumsi Berlebihan
ILUSTRASI. Chili Oil

Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

DAMPAK BURUK CHILI OIL  - Chili oil, pedas dan bikin ketagihan. Namun, chili oil yang dikonsumsi secara berlebihan memberikan dammpak buruk bagi kesehatan. 

Belakangan chili oil atau minyak cabe tengah populer di tanah air. Umumnya, chili oil digunakan sebagai bumbu tambahan mie atau siomay. 

Selain memperkaya rasa makanan. chili oil juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. 

Melansir dari Health, chili oil mengandung karotenoid, kapsaisinoid memiliki efek antioksidan dan antiperadangan dalam tubuh. 

Baca Juga: Sering Sakit Perut Seterlah Minum Teh? Ini 4 Penyebabnya

Cabai juga mengandung zat antioksidan lain, seperti flavonoid, asam fenolik, dan vitamin C, yang semuanya menambah efek cabai yang meningkatkan kesehatan.

Dampak buruk chili oil 

Chili oil memang mengandung antioksidan, namun tidak ada bukti yang menjelaskan tentang manfaat chili oil untuk kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.

Perlu Anda ketahui, chili oil yang dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu gangguan kesehatan seperti: 

1. Asam lambung

Chili oil memiliki rasa yanng sangat pedas sehingga bisa memperburuk gejala asam lambung dan menyebabkan mual serta sakit perut. 

2. Kanker 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tinggi makanan pedas, seperti cabai, juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu, termasuk kanker perut dan kanker esofagus, terutama pada populasi Asia, Afrika, dan Amerika Utara

Makanan pedas dapat meningkatkan risiko kanker tertentu dengan mengaktifkan jalur pro-inflamasi tertentu dalam tubuh, seperti jalur pensinyalan faktor-κB nuklir (NF-κB), dan merangsang pertumbuhan serta penyebaran sel kanker tertentu. Namun, peningkatan risiko ini dikaitkan dengan konsumsi makanan pedas sedang hingga tinggi seperti cabai, bukan konsumsi ringan atau sesekali. 

Baca Juga: 6 Tanda-Tanda Awal Autisme yang Muncul Pada Anak, Orangtua Bisa Perhatikan Tandanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×