kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45897,51   5,93   0.66%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
SEHAT /

8 Makanan yang Sebaiknya Ibu Hindari saat Menyusui, Bisa Pengaruhi Kualitas ASI


Rabu, 15 Mei 2024 / 16:00 WIB
8 Makanan yang Sebaiknya Ibu Hindari saat Menyusui, Bisa Pengaruhi Kualitas ASI
ILUSTRASI. 8 Makanan yang Sebaiknya Ibu Hindari saat Menyusui, Bisa Pengaruhi Kualitas ASI.

Penulis: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Kualitas ASI yang dihasilkan dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Oleh sebab itu, ibu menyusui perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar ASI berkualitas.

Jika makanan yang dikonsumsi ibu kurang baik, tentu akan membuat nutrisi ASI menurun. 

Ada beberapa makanan yang baik untuk ASI dan ada yang pantangan dikonsumsi ibu menyusui. Merangkum dari situs Rumah Sakit Siloam, berikut ini daftar makanan pantangan ibu menyusui. 

Baca Juga: Catat Kadar Normal Trigliserida dan Gejala yang Muncul saat Trigliserida Naik

Kafein

Kafein merupakan makanan yang dilarang untuk ibu menyusui karena kandungan kafein dapat tersalurkan melalui ASI dan masuk ke dalam tubuh bayi yang kemudian memicu gelisah, rewel, hingga sulit tidur. 

Untuk mencegah hal tersebut, ibu menyusui perlu membatasi konsumsi kafein agar tidak lebih dari 300 miligram per hari.

Makanan mentah

Makanan mentah merupakan salah satu makanan pantangan bagi ibu yang sedang menyusui. Makanan mentah mengandung bakteri yang memicu septikemia, yaitu keracunan akibat masuknya bakteri dalam jumlah banyak ke dalam darah. 

Bila septikemia dialami oleh ibu menyusui, bakteri di dalam darah tersebut dapat tersalurkan pada ASI sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan pada bayi.

Ikan laut bermerkuri tinggi

Ikan memang baik dikonsumsi oleh ibu karena mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh. Namun, hindari ikan laut yang mengandung merkuri tinggi. 

Kandungan zat berbahaya ini bisa masuk ke tubuh buah hati melalui ASI yang diminumnya. Jenis ikan laut yang mengandung merkuri tinggi dan perlu dihindari oleh ibu menyusui di antaranya ikan tuna mata besar, makarel raja, dan todak.

Bila ASI yang mengandung merkuri tinggi dikonsumsi oleh bayi, hal tersebut dapat merusak sistem saraf serta fungsi otak bayi. 

Bahkan, kandungan merkuri yang tinggi di dalam tubuh bayi berisiko menyebabkan gangguan penglihatan serta gangguan bicara.

Meskipun demikian, ikan laut diketahui mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi sehingga baik untuk perkembangan otak bayi. 

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, ibu menyusui disarankan agar memilih ikan laut dengan kandungan merkuri rendah, seperti salmon, sarden, nila, dan teri. 

Penting pula bagi ibu menyusui untuk membatasi konsumsi ikan laut maksimal tiga kali dalam seminggu.

Baca Juga: 9 Makanan Pelancar ASI Paling Ampuh dan Alami untuk Ibu Menyusui

Parsley

Meski dapat menambah cita rasa masakan, parsley ternyata menjadi pantangan makanan untuk ibu menyusui karena dapat mengganggu produksi hormon prolaktin dalam tubuh. 

Hormon prolaktin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengoptimalkan produksi ASI pada ibu menyusui. Oleh sebab itu, ibu menyusui yang sedang menjalani program ASI eksklusif tidak dianjurkan untuk mengonsumsi parsley berlebih.

Alkohol

Konsumsi alkohol merupakan minuman yang dilarang dikonsumsi ibu menyusui karena bisa masuk dan mengganggu kandungan ASI.

Jika ASI yang mengandung alkohol dikonsumsi oleh bayi, hal tersebut berisiko menghambat perkembangan kognitif serta mengganggu pola tidurnya.

Selain itu, konsumsi alkohol berlebih selama masa menyusui juga dapat menurunkan produksi ASI yang turut mengganggu asupan nutrisi bayi.

Makanan kaleng

Makanan pantangan untuk ibu menyusui selanjutnya adalah makanan kalengan. Makanan jenis ini mengandung pengawet, garam, dan zat perasa yang tinggi. 

Selain mengganggu kandungan nutrisi ASI yang dapat berdampak buruk pada bayi, konsumsi makanan kalengan berlebih turut menyebabkan masalah kesehatan pada ibu menyusui, seperti diare, mual, muntah, hingga dehidrasi.

Baca Juga: Minuman Rendah Kalori yang Bisa Lunturkan Lemak Tubuh, Pas Buat Diet

Susu sapi

Susu sapi mengandung whey protein, di mana laktosa umumnya dijumpai dalam jenis protein ini. ASI juga mengandung laktosa, namun tidak dalam kadar tinggi seperti yang terdapat pada susu sapi. 

Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tidak mengonsumsi susu sapi secara berlebihan agar kadar laktosa pada ASI tetap terjaga, terutama jika bayi memiliki alergi terhadap laktosa.

Makanan pedas

Konsumsi makanan pedas secara berlebihan bagi ibu menyusui dapat mempengaruhi rasa ASI yang memicu gangguan pencernaan pada bayi seperti perut kembung, kolik, hingga diare. 

Karena sebab inilah, sebaiknya ibu menyusui membatasi konsumsi makanan pedas selama masa laktasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×