kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45872,59   17,81   2.08%
  • EMAS1.371.000 1,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%
SEHAT /

7 Langkah Mudah Menurunkan Berat Badan di Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Ahli


Senin, 10 Juni 2024 / 20:16 WIB
7 Langkah Mudah Menurunkan Berat Badan di Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Ahli
ILUSTRASI. Begitu Anda mencapai usia 40 tahun, menurunkan berat badan mungkin seperti melakukan hal yang sia-sia.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Begitu Anda mencapai usia 40 tahun, menurunkan berat badan mungkin seperti melakukan hal yang sia-sia. 

Robert Kushner, direktur Pusat Pengobatan Gaya Hidup di Northwestern Medicine Center di Chicago dan penulis “Six Factors to Fit: Weight Loss that Works for You,” mengatakan kepada TODAY bahwa jumlah total kalori yang dibakar setiap hari berkurang bagi kebanyakan orang. 

“Metabolisme kita melambat karena berkurangnya massa otot, dan aktivitas fisik kita sehari-hari, terutama waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, menurun,” kata Kushner. 

Dia menambahkan, “Jika perubahan biologis ini tidak diimbangi dengan pengurangan kalori makanan, kita akan mengalami peningkatan berat badan secara perlahan dan stabil.”

Meski begitu, menurunkan berat badan setelah Anda mencapai usia 40 bukanlah hal yang mustahil. 

Berikut adalah tujuh cara yang didukung para ahli untuk menurunkan berat badan di usia 40 tahun ke atas seperti yang dikutip dari TODAY dan Health.com:

1. Sesuaikan pola makan Anda

Menurut Kushner, untuk menyesuaikan diri dengan metabolisme tubuh yang melambat, penting untuk mewaspadai kalori yang Anda konsumsi. 

Ia menjelaskan, memilih makanan bergizi dengan kalori lebih sedikit per gigitan akan tetap membantu Anda merasa kenyang dan puas.

Baca Juga: Wah! Minum Kopi Terbukti Bisa Mencegah Stroke

“Daripada makan lebih sedikit dan merasa kekurangan, Anda sebaiknya mengganti makanan yang lebih padat kalori, seperti gorengan, daging berlemak tinggi, kue kering, kue, permen (dan) keripik, dengan makanan kaya nutrisi dan lebih sedikit kalori, seperti sayuran, buah-buahan, salad, hidangan kacang-kacangan, sup berbahan dasar kaldu, dan biji-bijian seperti oatmeal,” paparnya. 

Dia menambahkan bahwa kandungan air dan serat yang tinggi pada makanan seperti ini meningkatkan volumenya, membuatnya lebih mengenyangkan dengan lebih sedikit kalori. 

2. Pantau apa yang sedang Anda makan

Bahkan jika Anda makan dengan cukup baik, Anda masih bisa mengalami surplus kalori. Baik Anda makan dalam porsi besar atau sekadar makan makanan ringan saat menyiapkan makanan keluarga. Melacak asupan makanan Anda bisa membantu. 

Dalam sebuah penelitian selama 24 minggu, para peneliti menemukan bahwa waktu yang dihabiskan untuk mencatat asupan makanan secara signifikan terkait dengan penurunan berat badan. 

Baca Juga: Resep 5 Jus untuk Menyingkirkan Asam Lambung dengan Cepat

3. Memiliki tujuan untuk mendapatkan berbagai jenis gerakan setiap minggunya

“Untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat seiring bertambahnya usia, sangat penting bagi kita untuk memasukkan 'portofolio gerakan' ke dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Kushner. 

Ia menjelaskan bahwa portofolio Anda harus mencakup aktivitas sehari-hari (seperti berjalan kaki, menggunakan tangga, dan membersihkan rumah), aktivitas kebugaran aktif (seperti bersepeda dan menggunakan mesin elips) dan latihan ketahanan. 

Kushner juga merekomendasikan untuk mencoba mengurangi waktu yang Anda habiskan untuk melakukan aktivitas menetap seperti menonton TV. 

“Langkah-langkah tindakan yang ditargetkan ini akan meningkatkan metabolisme dan membantu menjaga massa otot,” ujarnya.

4. Kembangkan manajemen stres

Saat Anda mencapai usia paruh baya, tekanan semakin meningkat. Bayangkan saja penyebab stres yang umum terjadi, seperti merawat anak-anak dan orang tua yang lanjut usia, menghadapi beban keuangan, dan menghadapi tuntutan pekerjaan. 

Saat Anda mengalami stres, tubuh Anda merespons dengan melepaskan hormon kortisol. Jika stres Anda berkurang, kadar hormon Anda akan kembali normal, tetapi jika Anda terus-menerus mengalami stres, kadar kortisol akan tetap tinggi. 

Hal ini dapat memicu serangkaian peristiwa biologis yang dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan, lebih banyak nafsu makan, dan kecenderungan untuk menyimpan lemak di perut Anda.

Baca Juga: 10 Makanan yang Harus Dijauhi Mereka yang Berusia 40 Tahun ke Atas, Wajib Tahu!

5. Makan cokelat hitam

Menambahkan cokelat hitam sebagai camilan sehari-hari membantu mengekang keinginan akan makanan manis dan asin. 

Cokelat hitam juga dapat membantu mengurangi stres, pemicu utama makan emosional.

Mengetahui bahwa Anda memiliki camilan manis yang dinanti-nantikan dapat membantu Anda menghindari makanan lain yang kurang mengenyangkan, berkalori tinggi, dan tinggi karbohidrat.

Baca Juga: Makanan Ini Bikin Awet Muda

6. Batasi asupan alkohol

Beberapa bukti menunjukkan bahwa, dalam jumlah sedang, alkohol sebenarnya dapat mendukung pengelolaan berat badan. 

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang berarti satu atau dua gelas sehari untuk wanita dan pria.

Sebaliknya, wanita yang minum alkohol dalam jumlah banyak atau berlebihan memiliki peningkatan risiko obesitas.

7. Tingkatkan rutinitas tidur 

Tidur adalah bagian penting dalam mengatur berat badan Anda, dan istirahat malam yang cukup berhubungan dengan peningkatan berat badan dan penurunan lemak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 di International Journal of Obesity menemukan bahwa dalam 12 bulan, orang dengan tidur tidak teratur, kepuasan tidur yang buruk, dan waktu tidur larut malam mengalami penurunan berat badan lebih sedikit dibandingkan orang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×